Gambaran Umum Wilayah

Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 (Lima Belas) Kerajaan dibawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat. Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ketangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan Di Timur dan Delapan Kerajaan Di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschap-landschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda.

Provinsi Sulawesi Tengah terletak pada posisi 2° 22ʺ Lintang Utara dan 3° 48ʺ Lintang Selatan, serta 119° 22ʺ dan 124° 22ʺ  Bujur Timur. Batas wilayahnya adalah disebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar dan sebelah Timur dengan Provinsi Maluku.

Wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tengah terdiri dari 10 Kabupaten dan 1 Kota,yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai, Morowali, Poso, Donggala, Tolitoli, Buol, Parigi Moutong, Tojo Una Una, Sigi dan Kota Palu yang juga menjadi ibukota provinsi. Luas wilayah Sulawesi Tengah adalah 68.033,00 Km2. Kabupaten Morowali merupakan kabupaten dengan wilayah terluas dengan luas 15.490,12 Km2, sementara Kota Palu memiliki luas terkecil dengan 395,06 Km2.

Pada tahun 2008, struktur ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah didominasi oleh sektor Pertanian, Jasa dan Perdagangan. Untuk sektor pertanian kontribusi sub sektor tanaman perkebunan menjadi yang terbesar dengan persentase 38%, diikuti oleh sub sektor tanaman bahan makanan dengan 32%, sementara sub sektor perikanan dan kehutanan masing masing sebesar 15% dan 10%. Untuk sektor jasa kontribusi pemerintah masih mendominasi dengan 68%, peran swasta hanya memberi 32%. Dan sektor perdagangan peranan sub sektor perdagangan besar dan eceran memberikan peran yang cukup besar dengan 94% dan sub sektor restoran dan hotel hanya sebesar 4% dan 2%.

Komoditi unggulan Provinsi Sulawesi Tengah terdapat di sektor pertanian dan sektor jasa. Untuk sektor pertanian komoditi yang diunggulkan yaitu sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi kelapa, kakao, jagung, sub sektor perikanan komoditinya yaitu perikanan tangkap, sub sektor kehutanan dengan hasil hutan berupa rotan. Sedangkan komoditi penunjang di sektor pertanian yaitu sub sektor perikanan meliputi budidaya laut, budidaya kolam dan budidaya tambak, sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi kelapa sawit dan kopi. Sementara untuk sektor jasa, bidang pariwisata menjadi unggulan provinsi ini, dengan unggulan wisata alam maupun wisata bahari. Sedangkan komoditi penunjang lainnya pada provinsi ini yaitu sektor pertambangan dengan hasil tambang berupa biji besi dan emas.

Untuk menunjang kelancaran perekonomian, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki bandar udara yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, antara lain Bandara Bubung Luwuk, Kasigincu Palu, Lalos Toli-toli, Pagogul Buol dan Bandara Mutiara yang juga menjadi bandara utama. Bandara yang terdapat di Kota Palu ini memiliki fasilitas telekomomunikasi, navigasi, peralatan visual yang cukup modern dan memiliki peralatatan pemeliharaan bandara. Untuk transportasi laut provinsi ini mempunyai pelabuhan khusus maupun umum, diantaranya Pelabuhan Pantolan yang terdapat di Kota Palu, Toli toli, Luwuk, Poso dan Salakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: